Kamis, 07 Juli 2011
Hophni dan Phinehas
alkitab mengijinkn kita untuk marh (karena itu adalah bgin daripada emosi kita, dan kondisi emosi tersebu harus diliht dalam kapasiatas dan konteks tertentu), tetapi apabila itu dijadikan sebagai sebuah gaya hidup, bahkan mengarah pada profesi...wah NGAK KINGDOM BANGET
lebih parahnya lagi, kehidupan pola seperti ini dilakukan oleh pribadi yang dikenal sebagai imam.
kita tahu bersama bahwa salah satu tugas imam adalah melepaskan berkat bagi umat. tangan mereka seharusnya dilepaskan untuk memberikan berkat, tetapi bagaimana dengan Hopni. Nama mewakili karakternya, ada kemungkinan kehidupannya berpadanan dengan namanya.
1 petrus 2:9, mengajarkan kepada kita bahwa semua yag percaya kepadanya adalah imam, dalam status itu ada sebuah tanggung jawab bagi kita semua.
dalam bagian lain juga disinggung bahwa kita harus menyerahkan seluruh anggota tubuh kita sebagai alat kebenaran. Hophni mengajarkan kepada kita sebagai seorang imam, pergunakan tangan kita hanya untuk melebrkan kerajaanNya. kita tahu bersama bahwa hophni kehidupannya tidak mencapai puncak kesuksesan, bahkan Allah menentang kehidupannya.
bagaimana dengan saudaranya Phinehas
professi Phinehas sama dengan Hophni, mereka adalah imam.
arti kata phinehas adalah mouth of brass, mulut yang terbuat dari tembaga.
kata tembaga dalam Alkitab merujuk kepada symbol hukumankutuk (Imamat 26), logam yang digunakn dalam level terendah (emas, perak, tembaga)
apa jadinya apabila dari mulut sang imam adalah kutuk tau perkataan-perkataan yang bersifat menghina tau merendahkan. Alkitab mengatakan bahwa setiap kata-kata yang sia-sia harus dipertanggungjawabkan, janganlah ada perkataan yang kotor keluar dari mulutmu (mengenakan manusia baru)
Kisah ini mengajarkan kepada kita, bahwa kita mempunyai tanggungjawab atas tangan (berbicara pekerjaan, kehidupan) dan mulut (hati), tetap dipenuhi dengan kebenaran
God Bless Ur day
Selasa, 21 Desember 2010
fruitful

Multiply

Rabu, 04 Agustus 2010
Undang-undang putus
Yakin dulu dong!
Anda bilang putus duluan. Ia menangis. Anda menghiburnya. Ia pergi. Anda lega. Selama dua bulan dia memohon Anda untuk kembali. Anda menolak. Ia menyerah.Kemudian Anda berpapasan dengannya dan pacar barunya lalu menyadari, Anda tidak benar-benar ingin putus.
Saat mengambil keputusan, yakinlah bahwa ini sungguh-sungguh akhirnya, bukan awal dari sebuah hubungan yang lebih buruk. Perasaan Anda akan naik turun, tapi ingat kembali semua pemikiran yang mendasari. Bagaimanapun juga, menangis memohon-mohon tidaklah terlihat terlalu keren.
Berhenti berharap
Anda mungkin berpikir Anda masih bisa bersahabat, tapi itu bukan pilihan Anda. Jangan salahkan dia jika menunjukkan sikap lebih 'serius' terhadap berita Anda.
Akhiri sebelum berakhir
Tapi jika Anda sudah yakin, lakukanlah! Sebuah hubungan buruk yang berkepanjangan hanya akan berbuah rasa benci, terluka, depresi dan mengundang selingkuh. Lebih cepat Anda mengakhirinya, lebih cepat juga ia bisa melanjutkan hidup.
Ingat, cinta..cinta...
...atau suka...banget! Atau setidaknya ingat segala keuntungan berhubungan dengannya. Apapun itu, ingatlah Anda pernah berbagi hidup dengannya, dan ia berhak diperlakukan baik. Maka Anda tidak akan putus dengan sms, email atau dengan status Facebook.
Putus hingga tuntas
Tergantung berapa lama hubungan Anda berjalan, dan berapa spesialnya untuk pasangan, Anda mungkin harus berhadapan dengan perbincangan putus beberapa kali lagi. Ia mungkin butuh waktu untuk beradaptasi, tapi Anda juga butuh waktu untuk melanjutkan hidup! Tentukan masa di mana Anda merasa sudah cukup waktunya bicara dan putus sesungguhnya dimulai.
Siapkan 'pertempuran'
Cari tempat yang AMAN. Itu berarti, jangan di restoran jika Anda tidak mau dilempar pizza, minum atau garpu. Jangan dekat barang pecah belah, atau beberapa gadget kesayangan Anda akan remuk. Dan jangan beri tanda Anda mau bicara serius lebih dari beberapa jam.
Tapi yang paling penting, bersiaplah untuk pertempuran itu. Anda mencampakkan dia, jadi Anda berutang kesempatannya untuk menangis, berteriak atau menyerang...
Err..Uuhh...Humm...
Persiapkan apa yang harus Anda katakan sebelum bicara. Anda memang harus memberi alasan untuk putus, tapi tidak perlu berputar-putar sampai alasan tak terutarakan. Jika perlu, karang sebuah alasan yang baik. Yang dimaksud baik berarti bukan 'saya sudah punya pacar baru!'
Salah SAYA
Bahkan jika Anda merasa ia sepenuhnya wajib disalahkan, saling tunjuk tidak akan membantu siapapun saat ini. Nyatakan alasan Anda dengan tenang, ulangi, dan bersabar dalam konfrontasi. Gunakan kata-kata halus (meski itu bukan maksud Anda sebenarnya). Tapi jangan maju mundur. Baik, tapi tetap putus!
Selasa, 03 Agustus 2010
A lesson from Bartimeus
- Dia buta secara fisik, tetapi ia memiliki pewahyuan mengenai siapa Yesus
- Ia memiliki keteguhan hati yang dicerminkan lewat ketekunan
- Straight to the problem
Berbeda dengan orang lumpuh di kolam Bethesda , ia focus kepada kasih karunia
Pada waktu kita dlm lembah kelam, kerapkali kita menyalahkan orang lain, (selalu melihat kebelakang, sehingga
Pd waktu Allah mengulurkan tanganNya, kita tidak bisa melihatnya)
The story of inem (di hamili, ditinggal kabur…sesuatu yang kurang baik kelihatannya)
Tetapi tergantung ditangan siapa….serahkan hidupmu, maka dia akan membuat lurus jalanmu
Suatu kali para murid bertemu dengan orang buta secara lahir, pola pikir mereka tertuju kepada ‘dosa’ siapa ini
Mindset seperti ini akan membawa kita kepada mengasihi diri sendiri dan menyalahkan orang lain,
Berbeda dengan bartimeus
Bagaimana dengan kita…
Pengertian kata buta disini mengandung pengertian tidak bias melihat atau mendiskripsikan benda didepan atau di sekitarnya dengan jelas (saya buta mengenai computer)
Kerapkali kita tidak bisa melihat dengan jelas masa depan kita oleh karena tebalnya awan permasalahan kita
Kebutaan kerapkali bukan saja menyerang indra pengelihatan kita, Alkitab juga mengatakan penyakit ini kerapkali menjangkiti hati dan pikiran kita
Mari kita belajar dari bartimeus ini, ia mengalami Tuhan dalam kehidupannya.