Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan. Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak, setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit
Aku mendesak, menghardik, memarahinya, keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata, "Aku sudah berusaha dengan segenap tenaga!"
Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan. Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.
Ya Tuhan! Mengapa? Langit sunyi-senyap
Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang.
Pelankan langkah, tenangkan hati....
Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga. Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut. Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing. Aku lihat langit penuh bintang cemerlang. Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini? Barulah aku teringat, mungkin aku telah salah menduga!
Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo aku berjalan sendiri dengan cepatnya.
17Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,
18walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu."
19Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.
Karena Iman maka............
Ada sebuah hukum sebab akibat di dalamnya. Disebabkan oleh iman,Maka Abraham bertindak Mempersembahkan
Rela…….
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Penulis kitab ibrani memulai otobiografi singkat beberapa orang dengan suatu diskripsi atau gambaran tentang iman
Kamus besar bahasa Indonesia mengkaitkan iman dengan kata percaya
Kata percaya selalu mengakaitkan seseorang (sebagai orang pertama) dengan sesuatu (benda atau situasi atau pribadi)
Tetapi jenis iman yang di dalam ibrani adalah jenis keyakinan kepada Allah, bukan kepada diri sendiri
Ah..kalau saya punya anak satu berarti saya bisa punya anak yang ke-dua dan selajutnya
Satu anak, ngak masalah..kan masih bisa “bikin” lagi.
Jenis inilah yang paling berbahaya, tidak kentara, tetapi kalau kita runtut….wah jenis iman yang berpusat pada diri. Sentrisnya bukan kepada KUASA ALLAH tetapi lebih kepada KUASA AKU…(New Age movement)..berusaha menggantikan subyek Allah dengan AKU secara pribadi.
Berusaha menghilangkan eksistensi Allah dari suatu tatanan masayarakat dan kehidupan
Keberadaan gereja baik secara umum maupun khusus mengajarkan, mewartakan, mengingatkan bahwa ONLY THROUGH JESUS…we can
Tatkala ia dicobai
Kata tatkala menunjukkan suatu waktu atau “masa”
Berarti setiap daripada kita ada waktunya atau ada masanya
Semua orang pasti akan dan pernah masuk dalam fase ini
Kita seperti dalam antrian, ada waktunya kita akan masuk ke tempat yang kita tuju.
Abraham bapa orang percaya, dan kita adalah ahli warisnya (keturunan)
Kalau Abraham saja dan Yesus dicobai, apalagi kita (1 kor. 10:13) PASTI
Semua orang dicobai atau di uji sesuai dengan paket mereka masing-masing
(sesuai dengan dignity dan destiny, Karakter dan Tujuan hidup mereka)
Ia
Iamengindikasikan orang tunggal tidak lebih dari Satu
Tidak ada istilah massal, pada waktu kita masuk dalam prosesnya Allah
Proses yang kita hadapi unik, karena di desain khusus buat kita
Paket yang dihadapi oleh Abraham adalah Ishak
Ishak
Anak adalah suatu symbol status social dan berkat Allah
Seseorang yang tidak memiliki anak dianggap dalam kehidupannya sedang ada di bawah kutuk Allah (unfruitful)
Ishak adalah sesuatu yang penting, ini adalah tanda Allah menyertai Abraham (menunjukkan bahwa keluarganya ada dalam garis berkat
Ishak adalah penentu masa depan keluarga Abraham (penerus keluarga)
Ishak adalah tumpuan harapan Abraham
Apa yang sedang mewakili ishak dalam kehidupan kita, yang hari-hari ini sedang Allah minta persembahkan kepadanya….???
Mempersembahkan (The Value of lordship)
Dari akar kata sembah;
Pernyataan hormat dan khidmat (dinyatakan dengan cara menangkupkan kedua belah tangan atau menyusun jari sepuluh lalu mengangkatnya hingga ke bawah dagu atau dengan menyentuhan ibu jari)
Kata atau perkataan yang ditujukan kepada orang yang dimuliakan
Kata ini mengandung suatu tindakan yang dilakukan dengan sadar
Tindakan yang dilakukan oleh orang pertamma secara live…..
Allah kita memang Allah yang Maha Kuasa, pencipta dan pemilik dari kehidupan
Kita adalah milikNya, Dia punya hak atas kehidupan kita
Tetapi
Dia menghormati dan menghargai kita sebagai seorang individu, pribadi yang berharga
Dia mengajarkan kepada kita suatu etiket
ETIKET adalah tatacara (adat sopan santun) dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik anatar sesama manusia
Kalau Allah menghargai seorang pribadi atau mahkluk yang tidak sepadan status sosialnya, berdosa, penghianat, lemah…seharusnya kita juga….apalagi kita yang terpanggil sebagai hambaNya
Daud tidak berhenti hanya menciptakan kemenangan dalam pikiran dan perkataan, ia mau itu menjadi nyata. Ia mengkombinasikan antara pikiran ilahi + perkataan ilahi+melakukan tindakan ilahi = mengalami tindakan ilahi.
Dicatat bahwa ketika orang filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari (ran quickly) ke barisan musuh untuk menemui orang filistin itu.
Ini adalah saat-saat yang menetukan….melakukan tindakan ilahi.
Pada waktu Petrus, berkata dan meminta ijin kepad Tuhan untuk berjalan di atas air, ia memiliki firman…dan ia berjalan…pada waktu ia taat…mukjizat terjadi, kemustahilan menjadi mungkin…imposible is nothing.
Ketaatan membuka tingkap-tingkap berkat terbuka atas kita. Karena kita setuju dengan Firman, karena kita berjalan dengan Firman, karena Firman yang berjalan di depan kita, karena kita terlindungi, terbungkus oleh Firman.
Letak persoalanannya bukan pada waktu kita di dalam gedung gereja atau di dalam sebuah persekutuan. Tetapi kehidupan yang nyata sedang menanti kita di luar sana. Memiliki pikiran ilahi itu baik, tetapitidak cukup.
Memiliki perkataan ilahi itu baik, tetapi tidak cukup
Kita harus mengkombinasikannya dengan tindakan iman/ilahi. Sebab pada hakekatnya iman tanpa perbuatan adalah kosong atau mati.
Letak persoalannya adalah …..apakah kita mau menghidupi firman atau tidak, apakah kita mau menghidupi pikiran dan perkataan Allah yang telah Allah taruh dalam kehidupan kita atau tidak?
Di catat bahwa, Daud….ran (berlari)…quickly (dengan bersegera, cepat)….tidak dicatat bahwa Daud menunggu, atau jalan…tetapi berlari dengan bersegera. Ini merupakan gambaran iman Daud. Tidak ada keragu-raguan di dalam kehidupan daud.
Ia terlalu yakin dan percaya dengan janji Allah.
Bagaimana dengan kita, kerapkali janji Allah atau perkataan Allah sering kita ragukan kebenarannnya..mentalitas MOSOK SIE…IYO TA…(artinya apakah iya…bahasa jawa)
…..bro en sist. Kebiasaan itu ngakKingdom bangetz….jelas banget Tuhan Yesus ngomong bahwa mentalitas itu semacam yang akan menghimpit pertumbuhan benih firman.
Mari kita persembahkan pikiran kita untuk selalu di renewing, menjaga setiap perkataan kita dengan sebuah pemikiran yang benar (perkataan kita mengandung kuasa) dan hidupi firman itu. maka kita akan mengalami TINDAKAN ILAHI
Siapa suka menggemakan lidah akan memakan buahnya. Dalam kerajaan Allah, kita mendapatkan kebenaran bahwa perkataan anak-anak Raja membawa dampak. Hal inilah yang disadari oleh Daud. Pada jaman kerajaan-kerajaan dahulu, titah raja yang dibacakan oleh seseorang memiliki kualitas yang sama dengan suara raja secara langsung. Apabila kita aplikasikan dalam kehidupan kita, apabila kehidupan dan perkataan kita selaras dengan Firman, maka baik hidup maupun perkataan kita sangatlah berkuasa. Dia tahu memiliki otoritas yang diberikan dari atas atas dasar perjanjian Allah (bangsa filistin/Kanaan menjadi hamba).
Mari saya perjelas keadaannya.Bangsa Israel memilih untuk menjadi hamba ketakutan, bukan karena Goliat, tetapi oleh karena keputusan mereka sendiri. Bahkan pikiran + perkataan mereka diwarnai dengan suasana ketakutan. “bangsa musuh akan mengalahkan kita, goliath akan membunuh kita, kita akan menjadi hamba mereka”. Mereka memberikan kepemimpinan hidup mereka kepada situasi. BRO” en SIST…jangan sekali-kali serahkan kemudi anda kepada situasi….serahkan kepada Yesus…kepada KEBENARAN.
Kerapkali situasi/masalah/tantangan yang memprediksikan masa depan kita….wah..bakalan hancur nieh, gawat nieh,…dll
Ketakutan, kekuatiran, kecemasan, adalah PENASEHAT yg paling buruk untuk kita ajak bertukar pikiran tentang masa depan.
Daud mengembangkan roh yang berbeda (opposite spirit). Bukan situasi yang mempredisikan masa depannya, tetapi dia yang memprediksikan masa depan dari tantangan itu.
Ia berkata “ dan orang filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama dengan salah satu binatang itu…”
Dibalik keberanian perkataannya ini, termuat kebenaran tentang nilai-nilai kerajaan.
Nilai kerajaan yang pertama adalah tentang perjanjian.
Sepanjang perjalanan tokoh-tokoh alkitab, kehidupan mereka tidak terlepas dari sebuah perjanjian. Baik mereka sendiri dengan Allah, atau bapa leluhur mereka dengan Allah. Lewat perjanjian itu mereka menyandarkan masa depan mereka. Perjanjian itu yang menjadi sumber kekuatan mereka untuk melangkah maju. Mereka yakini selama mereka hidup di bawah perjanjian, maka mereka menikmati segala sesuatu yang baik bagi kehidupan mereka. Perjanjian ini bukanlah antara manusia dengan manusia, tetapi antara Allah dengan manusia. Allah yang mengikatkan diri dengan manusia lewat sebuah perjanjian. Allah yang berinisiatif, bukan kita. Kekuatan perjanjian itu berdasarkan essensi Allah. Tidak ada yang dapat membatalkan perjanjian itu.
Daud lewat perkataannya, mengingatkat kepada bangsa Israel, bahwa mereka hidup oleh karena Janji Allah (dari mesir sampai sekarang), lewat perjanjian itu mereka melihat pembelaan, tindakan adikodrati yang menolong menyelamatkan mereka.
Ia melihat goliath adalah orang tidak bersunat (tanda sunat adalah tanda perjanjian). Ia sedang berkata bahwa goliath lemah, ia adalah orang diluar perjanjian.
Nilai kerajaan yang kedua adalah mengenai DOMINION
Allah menciptakan manusia dengan sebuah dominion. Salah satu dominionnya adalah atas kerajaan binatang. Manusia berkuasa (otoritas yang diberikan Allah) atas binatang, bukan sebaliknya. Binatang lebih rendah derajatnya bila dibandingkan dengan manusia. Daud menyamakan goliath dengan binatang. Secara tidak langsung Daud berkata bahwa goliath ada dibawah kakinya.
Kombinasi dua prisip diatas menciptakan perkataan iman. Daud mempredisikan masa depan/tujuan dari tantangan yang dia hadapi. Dia menjadi STORM RIDER.
Goliath bukanlah alat yang membawa kita kepada kematian, malah sebaliknya dengan kuasa Allah, dia akanmembewa kita kepada kemualiaan rencana Allah
Bila Anda siap MENDAPATKAN, sudahkan Anda juga siap KEHILANGAN ?
Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Dari mulai marah-marah, menangis, protes pada takdir, hingga bunuh diri. Masih ingatkah Anda pada tokoh-tokoh ternama, yang tega membunuh diri sendiri hanya karena sukses mereka terancam pudar? Barangkali kisah yang saya adaptasi dari The HealingStories karya GW Burns berikut ini, dapat memberikan inspirasi.
Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan. Anak anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.
Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya. "Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok," gerutunya kecewa.
Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.
"Sebaiknya koin ini Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno," kata teller itu memberi saran.
Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar. Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu. Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.
Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju.
Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang. Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur. Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, "Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi? Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".
Renungan : Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa sukses hanyalah TITIPAN Allah. Benar kata orang bijak, manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?